sebelum membaca bismillah dulu.........
SAHABAT
DUNIA AKHIRAT
Dalam sebuah hadits, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang yang shalih dan orang
yang bergaul dengan orang yang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang
tempa besi. Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli
minyak wanginya atau sekadar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan tukang
tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kami akan mendapatkan bau
yang tidak sedap.”[i]
Islam mendorong kita untuk mengelilingi diri kita dengan
teman-teman yang baik yang dengannya kita meraih rahmat Allah. Sahabat memiliki
pengaruh besar dalam hidup kita, dan orang-orang yang memiliki ketertarikan
yang sama cenderung berkumpul bersama. Orang-orang yang kita pilih sebagai
orang terdekat bisa membantu kita dalam jalan Allah, atau menarik kita
menjauhinya. Sahabat dapat menuntun kita menjauh dari dosa, atau mengabaikan
saja saat kita melakukan dosa. Mereka dapat membantu kita memperbaiki
kesalahan, atau mengesampingkan kekeliruan kita. Sahabat sejati adalah ia yang
membantu kita menjadi orang yang lebih baik.
Banyak hadits yang menjabarkan bagaimana dua orang, baik pria
maupun wanita, yang saling mengasihi karena Allah dijanjikan tempat tertinggi
di surga. Dengan kata lain, “bff (best friends forever alias sahabat
untuk selamanya)” merupakan istilah yang telah ada dalam Islam lebih dari 1.400
tahun.
Ayat Qur’an di bawah ini mengingatkan kita untuk bersikap sangat
berhat-hati dalam memilih teman (Al-Furqan 27-29):
“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua
tangannya, seraya berkata: ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan
bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak
menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku
dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah
setan itu tidak mau menolong manusia.’”
Persahabatan dalam Islam dibangun di atas keinginan untuk saling
memberi, untuk berbahagia untuk sesama, untuk menjadi pelindung sesama, dan
untuk menjadi rekan mengarungi jalan Allah. Nabi Muhammad SAW diriwayatkan
bersabda, “Orang-orang mukmin adalah seperti sebuah tubuh. Jika kepalanya
sakit, maka anggota tubuh lainnya ikut merasakan sakit beserta demam dan sulit
tidur. ”[ii]
Jadi apa itu teman baik menurut Islam? Islam mendorong kasih
sayang terhadap saudara, jadi sahabat Muslim sejati adalah mereka yang tidak
mengabaikan sesama, dan yang bertenggang rasa dan saling memaafkan. Seperti
yang disebutkan dalam Qur’an (Ali Imran: 134):
“(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Sifat ceria dan wajah penuh senyum adalah perekat persahabatan.
Bahkan senyum adalah amal dalam Islam. Ketulusan memperkuat persahabatan. Teman
yang menjaga kita agar tetap berada dalam jalan yang benar adalah teman yang
harus dijaga. Bersikap setia dan baik hati, berpikiran baik tentang teman-teman
kita dan tidak pernah membicarakan keburukan di belakang temannya adalah
kualitas yang terdapat pada teman yang baik.
Seperti halnya kita berdoa untuk diri sendiri, kita juga harus
mendoakan teman kita, untuk hidupnya kini dan nanti. Dalam sebuah hadits
lainnya, Nabi Muhammad SAW diriwayatkan bersabda. “Doa seorang Muslim untuk
saudara (Muslim lainnya) yang tidak berada di hadapannya akan dikabulkan oleh
Allah.”[iii]
Untuk menjadi sahabat sejati yang bersatu untuk menyenangkan
Allah sama dengan memiliki persahabatan yang dirahmati-Nya. Lanjutkanlah,
teruslah jadi sahabat Muslim yang baik untuk selamanya – tidak hanya di dunia
ini, namun hingga di akhirat nanti.
Artikel ini pertama kali terbit di majalah Aquila Style edisi
Juli 2012.
________________________________________

Wah bermanfaat
BalasHapustobatlah....
BalasHapusmksih bermanfaat banget
BalasHapus